Showing posts with label My Literature. Show all posts
Showing posts with label My Literature. Show all posts

Untittled


Entah sampai kapan ku bisa bertahan..
menjaga seutuhnya kasih sayangku..
Meski aku tak sesempurna seperti yang dia minta..
aku tetap bertahan..

dimanapun aku menatap dunia..
yang terbayang hanya senyum terindahnya..
bahkan saat aku tak bisa lagi menatap dunia..
kuharap aku bisa merasakan hangat canda tawanya..

selamanya aku menunggu..
hingga dia menyadari akan kasih tulusku..

Adakah rindu yang bisa kuucapkan jika kau terlalu rapat dihatiku..???
Jarak tak kuasa melahirkan rindu, karena sejatinya kau tetap ada disini...
Tepat pada dentang nafas yang ku hela...

Kau perlu waktu untuk menemukan tujuanmu..
Kau perlu waktu untuk merenungkan pikiranmu..
Tapi, saat perjalananmu berakhir..
Dan jalur yang kau tempuh selesai sudah..

Ingatlah aku..,
Yang takkan pernah letih mencintaimu...

dedicated to "mo cuishle"

Puisi ini pasti buatmu..
baitnya bicara tentangmu..
ceritanya merangkai kisahmu yang kau tebar di langit malam..
hurufnya menyusun kata cinta untukmu..
terangkai dari huruf-huruf yang terbentuk di hatiku..
tentu saja tak perlu ada namamu disana..
karna puisi ini hanya untukmu..

created by : uhe insane (mohamad radjab cliemarcell)

Siksa Kurung


Sanajan dibekem..
Masih bisa ngagerem..
Gerem leuwih rosa..
Batan heurasna carita..
ngakaya jiwa..

tapi moal bisa ngagunasika pikiran mardika..
rohna ngalalana..
nyusupkeun geter-geter sungapan kamanusaan..
kana unggal sungsum,unggal renghapan..
ngeupeul peureup nembang durma
nyingraykeun kapetengan
najan salengkah kuring moal ingkah...
najan sakolebat kuring moal ngejat...
aya sababna kuring motah..
aya sababna kuring mijah.
ulah nuduh kanu jauh..
ulah nyawang kanu anggang..
moal jauh tina wujud..
moal anggang tina awak..
tina diri sorangan..
cirina satangtung diri.

Saban-saban robah mangsa..
ganti wanci ilang bulan kurunyung taun..
sok mineng kabandungan jelema...
sanajan ngalamun salaput umur...
kahayang patema-tema...
karep heunteu reureuh-reureuh..
manusa kadar rancana...
kabul aya tinu Maha Agung..
Laksana aya tinu Maha Kawasa...

created by : uhe insane (mohamad radjab cliemarcell)

Nasihat Kecil dari Sang Jiwa

"Nasihat Kecil dari Sang Jiwa"

Langit begitu kelam seolah memendam murka,sembunyikan cerahnya bintang yang biasanya tertawa lirih.Aku yang biasanya berdiri kokoh diatas jalan yang tersapa duri,kini ringkih tertambat pada kenyataan yang ku cipta.
Entah mengapa hati ini sulit untuk tersenyum,bahkan di hari ini,hari dimana orang-orang berbahagia untukku.Ku buka mataku,namun yang terlihat hanya kegelapan,ku coba teriak,namun yang terbit hanyalah bentangan sunyi.Dunia terasa semakin kokoh menghimpit ragaku.
Aku ingin lari...!!!Aku ingin sembunyi..!!!Namun aku tak pernah bisa.
Lamunanku terus melayang menyusuri dinding kehampaan,hingga akhirnya terpecah oleh suara dari sahabatku yang bertanya.

"Apa yang kau lakukan disini sahabatku..??Mengapa engkau mengisolasi diri dari nyanyian kebahagiaan yang orang-orang ciptakan untukmu di hari ini..??Apa yang sedang terjadi padamu sahabatku..??Apakah sunyi yang menampar hatimu,ataukah roda nasib menggilas hatimu dan menghujamkan caci makinya terhadapmu..??Bangkitlah sahabatku dan menarilah bersama mereka."

Kepalaku tertunduk semakin dalam,diantara perasaan yang bercampur aduk,aku tak tahu mengapa tak sepatah kata pun terucap dari mulut yang biasanya dihiasi dengan kelakar dan canda tawa.Ku redam sejenak semua perasaan yang menguasai pikiranku,hingga akhirnya aku jawab pertanyaan dari sahabatku itu..

"Jika sunyi yang datang menari,sejak kecil aku sudah terbiasa menghibur diriku sendiri.Jika irama takdir menghujam relung jiwaku dan cacimaki menyumbat gendang telingaku,aku terbiasa tak menghiraukan mereka,karena aku tahu bahwa hidup ini adalah tempatnya ujian,bukan tempat untuk bersenang-senang.Aku tahu bahwa Tuhan mempunyai banyak rahasia yang tak di ketahui oleh umatnya,pasti ada hikmah di balik semua peristiwa,dan aku yakin bahwa Tuhan Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk umatnya,dan aku pun bisa merasa lebih baik setelah itu."

"Terus terang aku sangat bahagia hari ini,melihat semua teman-temanku berkumpul dan merayakan kebahagiaan ini bersamaku,namun di balik kebahagiaanku ini tersembunyi rasa takut yang terus mencakar-cakar dinding hatiku.Aku sangat bahagia melihat kenyataan bahwa orang-orang di sekitarku ternyata peduli terhadapku,namun aku takut karena di hari ini usiaku berkurang,artinya aku semakin dekat dengan kematian."
"Aku ingat mati sahabatku,karena kematian adalah janji yang pasti di tepati.Aku takut akan dosa yang kucipta dalam setiap hembusan nafasku,nafsu yang terus kuasai logika takkan pernah terpuaskan.Setiap usiaku bertambah,aku selalu bertanya dalam hati,apa yang akan aku jawab jika tiba saatnya aku ditanya apa yang aku kerjakan selama ini,apa yang harus aku jawab sahabatku??Beritahu aku..!!"

Di hari itu,tepatnya tanggal 24 maret,hari dimana dua puluh tiga tahun yang lalu aku di lahirkan ke dunia ini,hanya ada satu kalimat yang terlintas di benakku..
"Kematian hanya sekali,dan jadikanlah kematianmu di jalan Allah.."

Seketika aku bersujud dan memohon ampunan kepada-Nya bersama butiran airmata yang tak terasa menetes membasahi pipiku..

"Semoga desingan peluru menghantam keras ragaku di medan jihad,dan mengantarrkan kematianku,atau pada saat aku sujud di tengah shalat malam mengharap uluran tangan-Mu,atau disaat ku cipta amalan terbaik terhembuskan nafas sekarat yang mengantrakanku pada kematian yang paling indah di sisi-Mu..."

Amiiinn...


created by : uhe "insane" ababil
(mohamad radjab cliemarcell)

Mo Chuisle Mo ChroĆ­

"Mo Chuisle Mo ChroĆ­"

Bagi sang jiwa yang memeluk jiwaku
Bagi hati yang mencurahkan rahasia-rahasianya pada hatiku,
dan Bagi tangan yang menyalakan api emosiku,
Aku persembahkan catatan kecil ini....


Tlah kutemukan seorang wanita dan kini ku ketahui alasan kedatanganku ke dunia ini.
Bidadari suci yang ku semayamkan di surga jiwaku, dia adalah harapan yang membuka mataku di hadapan kedahsyatan keabadian.
Dia adalah damai yang  tak pernah letih merajut asaku dengan lentik jemarinya.
Dia adalah sebait puisi yang terucap di kala senja menutup cakrawala sore itu  di dengungi gemerincing dedaunan yang bergoyang terhempas semilir angin. Mengalun indah membawaku terbang menuju alam bawah sadarku.
Di sana pertama kali kulihat dia, Aku melihatnya di balik kesunyian, wajahnya yang serupa fajar hangat menyapa nuraniku yang letih terisolasi gelapnya malam,senyumnya yang terukir manis binasakan semua resah di jiwa. Dia adalah bahasa yang lebih manis dari bisikan embun pagi yang membasuh dedaunan tandus di pagi hari.
Dia mengajarkan mataku untuk melihat,bibirku untuk bicara dan telingaku untuk mendengar.
Dia mengajarkan hatiku untuk membenci sesuatu yang dicintai oleh orang lain dan mencintai sesuatu yang  dibenci oleh orang lain.
 Dia adalah semangat,harapan hidupku,pelita hatiku. Dia yang membuatku mengerti akan makna kehidupan ini, kehidupan yang penuh dengan kemunafikan dan topeng para pendusta.

Namun hari itu ku temukan dia diantara bentangan luka,wajahnya yang dulu cerah kini tampak mendung menyembunyikan derita,bagai malam yang menyembunyikan siang. Ku tatap matanya yang dulu bercahaya seperti bintang yang sinarnya terang namun tak menyilaukan kini berubah menjadi kelam,gelap tak berujung. Aroma kepedihan begitu kuat menusuk hidung,sangat pekat hingga tak dapat lagi ku bedakan mana tangis dan mana tawa. Airmata telah mendudukkan bayangannya pada dahi yang kemarin ceria.
Ku coba bertanya, namun bahasanya adalah bisu dan airmata. Ku rangkul tubuhnya, namun kesedihan telah lebih dulu memeluk jiwanya.
Ingin rasanya kubunuh derita itu,dan menggantinya dengan sebuah senyuman indah yang kemarin sejukkanku,namun pekatnya luka yang menganga telah membunuh jiwanya.
Begitu dalam luka itu menghujam hingga tak kulihat lagi canda dan tawa yang biasa iringi jalan yang kita daki.

Hari ini kuberanikan diri untuk ungkapkan sebuah hiba padanya,di penghujung malam yang sunyi diantara redupnya cahaya rembulan.

Kokohlah karena ganasnya ombak takkan mampu robohkan karang.
Tegarlah karena sang fajar akan binasakan gelapnya malam.

Tersenyumlah seperti burung yang terbang bebas di udara,tinggalkan semua kegelisahan dan sambut sang mentari dengan nyanyian tentang surga.
Tersenyumlah karena senyummu adalah bahagia untukku.
Tersenyumlah karena aku ingin engkau tersenyum pada hari ini,hari dimana semuanya berawal dan tak ingin ku akhiri.
 Tersenyumlah karena hari ini akan kurangkul sepimu dan kuteguk panas airmatamu.
Tersenyumlah karena hari ini kan kudekap hangatnya cintamu bersama taburan mimpi-mimpi yang akan menuntun jalan kita menuju cahaya kedamaian yang abadi,untuk merasakan manisnya roda kehidupan dan merasakan pahitnya nafas penderitaan bersama-sama.

Jangan pernah gundah akan segala rintangan yang menerpa,karena tak ada yang lebih mulia dari cinta dan kasih sayang.
Jangan pernah terbersit dihatimu tuk ragukan kesetiaan yang kuberi,
Takdir telah menyatukan kita.

Wanitaku, terimakasih atas cintamu.Seberkas harapan penyejuk jiwa yang tawarkan surga meskipun di dalam neraka.


-Dedicated to mo chuishle-
created by : uhe "insane" ababil
(mohamad radjab cliemarcell)

HITAM

"HITAM"

Sepi ini mengisolasiku,aku yang kini diam terkapar di sudut  kesendirian.Rapuh tertambat pada kenyataan yang tercipta.
Bahasaku adalah bisu.Namun tak pernah berhenti memaki waktu yang terus berputar.Ingin ku ludahi wajah sang fajar yang menyembul di ujung timur,seakan lantang menertawakanku.
Di ujung pagi aku tercekat,memagut resah.
Hanya satu kalimat yang terbersit di otakku, teruntuk semua orang yang kecewa tehadapku.
Hinalah aku yang kau anggap sampah.Umpatlah aku yang kau anggap hitam,namun satu hal yang perlu kau tahu...
"Aku tak seperti yang kalian sangka.."


created by : uhe "insane" ababil
(mohamad radjab cliemarcell)

Titik Sadar

"Titik Sadar"

 Sunyi senyap berselimut airmata diantara tawa angkuh sang purnama yang menghujam jiwa dengan racun sinarannya. Nafsu yang terus kuasai logika, tanpa ampun terus menjerat pikiran dengan semua kilah tentang memory kelabu yang naungi perjalanan hidupku. Dinginnya angin malam seakan menertawakan kesendirianku, menelusup masuk melewati jendela kamar yang terbuka. Gelap ini mengisolasiku.

Di sini aku berdiri, di atas jalan terjal dan berliku yang mulai lelah ku tapaki. Mencoba tuk membaca arti dari kesendirian.Nyalang hitam terus berputar di atas kepala yang terbalut kesunyian. Hingar bingar caci maki kian lantang menghimpit akal.

Mengapa mereka bilang Aku pengecut karena memendam luka?
 Mengapa mereka bilang Aku tak berharga karena Aku tak punya apa yang mereka punya?
 Mengapa mereka bilang Aku egois, ketika Aku menceritakan semua impian dan harapanku?
  
   Rindu aku mendengar nyanyian lirih sang nurani di tengah alunan simponi kehidupan. 
 Rindu aku melihat tawa riang sang jiwa yang melangkah mengikuti irama takdir.

Kesunyian pun terus berceloteh, membisikkan dusta dan kemunafikan. Hingga ragaku tersesat dalam pekatnya airmata yang semakin liar memojokkanku di sudut keterasingan.

Akankah datang secercah cahaya yang akan menuntunku menuju kedamaian yang abadi..??
 Akankah hadir seorang teman yang sudi mencairkan murka..??
 Akankah terulur sedikit senyuman manis dari seseorang yang menjadikan aku sebagai teman,bukan sebagai budak atupun raja..??
  Lama aku terjebak diantara pertanyaan dan harapan yang sama. Lalu muncullah satu pertanyaan lagi di otakku.

"Akankah terbalut semua perih di hati ini hanya dengan mengharapkan sesuatu yang belum pasti kedatangannya..??"

Hitampun terasa semakin pekat, sejenak ku tersadar diri ini semakin tersesat dalam buai angan-angan, dan terbersit keinginan untuk bangkit tanpa mengandalkan belas kasih dari orang lain, berpijak pada keyakinanku sendiri,pada harapan yang pudar oleh kebodohanku yang terbutakan oleh dunia yang memang di ciptakan sebagai tempatnya segala tipu daya dan cobaan.

Ku coba tuk terus melangkah, walau ringkih jalan terjal dan berkerikil ini kan ku susuri.
Hingga tak terhembus lagi nafas di dada.
Hingga tak ada lagi asa yang tersisa.

Seketika ku palingkan wajahku dari semua beban, Ku ikuti laju suara hati ini,menyusuri lorong kekosongan yang bersemayam di lubuk hati terdalamku. Untuk pertama kalinya aku rebah dalam pangkuan takdir. Ku menangis sejadi-jadinya, terus tengadah layangkan hiba dan serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa. Ku temukan setitik cahaya yang redup namun menghangatkan, cahaya yang telah lama ku tinggalkan demi sampah yang di namakan dunia. Ku pun tertunduk semakin dalam,mencoba mengungkap ada apa dengan semua cobaan yang kualami. Mulai ku sadari bahwa Tuhan mempunyai banyak rahasia, pasti ada hikmah dibalik jalan yang telah di tentukan oleh-Nya.

Gema adzan sentuh telinga, Aku terbuai oleh suara lirih dari orang-orang yang menyebut nama-Nya.
Mengagungkan kebesaran-Nya.

Di sudut pagi aku tercekat dalam bius senyap.
 Inikah anugerah? Membiarkan anganku terus terbang menjelajahi titik sadarku?
Ataukah akan menjadi sebuah malapetaka di hari esok, dimana semuanya terlupakan ketika senyuman itu terukir di wajah yang hari ini menangis karena mengingat semua perbuatan dosa yang Kucipta?

Ya Tuhan maafkan Aku, karena tak kuasa menahan dosa yang tercipta dalam setiap nafas yang ku hela.
Ya Tuhan, maafkan Aku, karena Aku tak tahu cara meminta maaf.
Ya Tuhan maafkan Aku.

created by : uhe "insane" ababil
(mohamad radjab cliemarcell)



Terisolasi Sepi

"Terisolasi Sepi"

geliat sang murka..
tampar luluh asaku..
membeku terpaku..
nikmati semua resah..

terhampar luka yang menganga..
terhimpit sesal tak berwujud..
tersenyum di atas derita...
perih luka terus ku dekap...

how can i explain this emptiness..??
and im too tired to stand alone..

ku susun simponi jiwa...
namun bisu yang menyapa...
ku peluk perihnya luka...
tanpa tetesan airmata...

sepi yang mengisolasi...
benamkan semua harapan...
jejak langkah kian ringkih..
ku lelah hadapi semua...
dan suram pun berubah hitam...
tawa angkuh sang purnama...
kian lantang mencaci nurani...

created by : uhe "insane" ababil
(mohamad radjab cliemarcell)

Catatan Seorang Pecundang

"Catatan Seorang Pecundang"

selamat datang dunia maya,

dan teman tak kasat mata.

selamat tinggal dunia nyata,

dunia yang penuh kemunafikan,

dan topeng para pendusta.


created by : uhe "insane" ababil
(mohamad radjab cliemarcell)

Aku

"Puisi AKU"


AKULAH BINATANG MALAM,
TAK TERSENTUH CAHAYA,
TAK TERSIRATKAN MAKNA..

AKULAH OMONG KOSONG,
MANUSIA TAK BERARTI,
TAK PANTAS DI CINTAI..

JAUH KU TERBUANG,
RENDAH KU TERINJAK,
BUSUK TERLUDAHI..

HITAM JALAN HIDUPKU,
RINGKIH JEJAK LANGKAHKU,
BISU TERUS KU NIKMATI..

MERANGKAK MENCARI ARTI,
MENARI DALAM GELISAH,
TERSENYUM DI ATAS DERITA..

MUAK MENCIUM TAKDIR,
IKUTI GARIS HIDUPKU,
SANG WAKTU TERUS MENCACI..

AKULAH JASAD TERHINA,
DURI DI ANTARA BUNGA,
KU NODAI KEINDAHAN..

PERLAHAN KU LEPASKAN SEMUA,
MIMPI TAK BERARTI,
ASA TAK TERAIH..

SATU HAL YANG KU TAHU..
SEMUA
KAN
BAHAGIA
KECUALI DIRIKU….!!!!!


Created by : Uhe "Insane" Ababil
(mohamad radjab cliemarcell)