Menjawab tantangan misionaris tentang mukjizat Nabi SAW

seringkali para misionaris mengejek nabi Muhammad saw tidak diberikan mukjizat satupun.
dan mereka mencoba membanding-bandingkan dengan Yesus atau musa yang diberikan Mukjizat oleh Allah.

dan tak jarang 'ejekan-ejekan mereka' menggunakan ayat-ayat Al-qur'an, dengan mengutip secara sepotong:

sebagai contoh mereka sering berargumentasi dengan ayat ini..

[29:50] Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mu'jizat-mu'jizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mu'jizat-mu'jizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata".


[13:27] Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mu'jizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan773 siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya",


37] Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?"

sekilas memperhatikan ayat diatas apa yang menjadi argumentasi mereka benar-benar sesuai dengan ayat Al-qur'an tetapi untuk menghadapi para Misionaris yang suka berargumentasi dengan ayat al-qur'an perlu sekali kita cek ayat yang disampaikannya.

apakah ayat yang disampaikan utuh , atau mereka bersikap curang dengan mengutip secara sepotong,dan juga perlu sekali kita perhatikan juga konteks ayat yang dijadikan argumentasi , yaitu dengan memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.

kita cek Qs 6:37

37] Dan mereka  berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".



mereka mengutip ayat yang menjelaskan tentang tuduhan tetapi mereka sengaja 'membuang/ menutupi jawaban dari tuduhan tersebut. dan yang paling penting tetapi mereka tidak perhatikan adalah kebanyakan para penuduh tersebut membuat tuduhan karena oleh ketidak tahuannya saja

apalagi kalau kita perhatikan ayat sebelum dan sesudahnya

QS 6:36-39
[36] Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan.

37] Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui".

[38] Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

[39] Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus


dengan memperhatikan ayat sebelum dan sesudahnya justru sikap para misionaris yang berargumentasi dengan 'potongan ayat 37' justru mempermalukan diri sendiri,karena dengan ayat diatas membongkar tentang mereka.

dan paling penting soal mukjizat adalah bahwa semua itu karena atas Izin Allah

38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab

pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada Muhammad yang banyak orang tidak mengetahuinya


1. Pohon kurma berbuah seketika

Diriwayatkan oleh Jabir:

Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang banyak. Kemudian, aku mendatangi Rasulullah saw untuk melaporkan kepada Beliau mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, bapakku telah meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak mempunyai apa-apa lagi kecuali yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu sudah dua tahun tidak berbuah. Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah agar orang yang memiliki piutang tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian Rasulullah mengajakku pergi ke kebun kurma. Sesampainya disana beliau mengitari pohon kurmaku yang dilanjutkan dengan berdo'a. Setelah itu beliau duduk seraya berkata kepadaku, "Ambillah buahnya." Mendengar perintah Rasulullah saw tersebut, aku langsung memanjat pohon kurma untuk memetik buahnya yang tiba-tiba berbuah. Buah kurma itu kupetik sampai cukup jumlahnya untuk menutupi utang bapakku, bahkan sampai lebih. (Sahih Bukhari Juz 4 no 780)

2. Air memancar dari sela-sela jari Beliau saw

Diriwayatkan oleh 'Abdullah:

"Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah, tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah peringatan. Suatu ketika kami menyertai Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi saw bersabda: "Bawalah kemari air yang tersisa!" orang-orang membawa kantung yang berisi sedikit air. Nabi saw memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata, "Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah." Aku melihat air memancar dari sela-sela jemari tangan Rasulullah saw." (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).

Diriwayatkan oleh Anas:

"Semangkuk air dibawa kehadapan Nabi saw di Al Zawra. Nabi saw memasukkan kedua telapak tangannya kedalam mangkok itu dan air memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan air itu. Qatadah berkata kepada Anas, "Berapa orang yang hadir pada waktu itu?" Anas menjawab, "Tiga ratus orang atau mendekati tiga ratus orang."
(Sahih Bukhari, juz 4 no 772).
Lihat juga : (Sahih Bukhari juz 4 no 777) (Sahih Bukhari juz 1 no 340)


3. Hujan Lebat dan Banjir

Diriwayatkan oleh Anas:

Pernah lama Madinah tidak turun hujan, sehingga terjadilah kekeringan yang bersangatan. Pada suatu hari Jum'at ketika Rasulullah saw sedang berkotbah Jum'at, lalu berdirilah seorang Badui dan berkata: "Ya Rasulullah, telah rusak harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada Allah agar diturunkan hujan atas kita. Berkata Anas : Mendengar permintaan badui tersebut, Rasulullah mengangkat kedua tangannya kelangit (berdo'a). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan sedikitpun. Tiba-tiba berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung. Sebelum Rasulullah saw turun dari mimbarnya, hujan turun dengan selebat-lebatnya, sehingga Rasulullah saw sendiri kehujanan, air mengalir melalui jenggot Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jum'at yang berikutnya, sehingga kota Madinah mengalami banjir besar, rumah-rumah sama terbenam. Maka datang Orang Badui berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah, sudah tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda. Berdo'alah kepada Allah agar hujan diberhentikan diatas kota Madinah ini, agar hujan dialihkan ketempat yang lain yang masih kering. Rasulullah saw kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit berdo'a: Allahuma Hawaaliinaa Wa laa Alainaa (Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan ditempat-tempat yang ada disekitar kami, jangan atas kami). Berkata Anas: Diwaktu berdo'a itu Rasulullah saw menunjuk dengan telunjuk beliau kepada awan-awan yang dilangit itu, seakan-akan Beliau mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus didatangi. Baru saja Rasulullah menunjuk begitu berhentilah hujan diatas kota Madinah.(Sahih Bukhari, juz 8 no 115).


4. Sakit mata Ali sembuh dengan dengan hanya ditiup dan dido'akan oleh Rasulullah saw


Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukkan Khaibar :

"Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya".

Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: "Kemana Ali?" lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya. (Sahih Bukhari).


5. Makanan sedikit dimakan banyak orang

Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah r.a katanya:

Semasa parit Khandak digali, aku melihat keadaan Rasulullah s.a.w dalam keadaan sangat lapar. Maka akupun segera kembali ke rumahku dan bertanya kepada isteriku, apakah engkau mempunyai sesuatu (makanan)? Kerana aku melihat Rasulullah s.a.w tersangat lapar. Isteriku mengeluarkan sebuah beg yang berisi satu cupak gandum, dan kami mempunyai seekor anak kambing dan beberapa ekor ayam. Aku lalu menyembelihnya, manakala isteriku menumbuk gandum. Kami sama-sama selesai, kemudian aku memotong-motong anak kambing itu dan memasukkannya ke dalam kuali. Apabila aku hendak pergi memberitahu Rasulullah s.a.w, isteriku berpesan: Jangan engkau memalukanku kepada Rasulullah s.a.w dan orang-orang yang bersamanya. Aku kemudiannya menghampiri Rasulullah s.a.w dan berbisik kepada Baginda: Wahai Rasulullah! Kami telah menyembelih anak kambing kami dan isteriku pula menumbuk satu cupak gandum yang ada pada kami. Karena itu, kami menjemput baginda dan beberapa orang bersamamu. Tiba-tiba Rasulullah s.a.w berseru: Wahai ahli Khandak! Jabir telah membuat makanan untuk kamu. Maka kamu semua dipersilakan ke rumahnya.

Rasulullah s.a.w kemudian bersabda kepadaku: Jangan engkau turunkan kualimu dan jangan engkau buat roti adonanmu sebelum aku datang. Aku pun datang bersama Rasulullah s.a.w mendahului orang lain. Aku menemui isteriku. Dia mendapatiku lalu berkata: Ini semua adalah karena kamu, aku berkata bahawa aku telah lakukan semua pesananmu itu. Isteriku mengeluarkan adonan roti tersebut, Rasulullah s.a.w meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Kemudian Baginda menuju ke kuali kami lalu meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Setelah itu Baginda bersabda: Sekarang panggillah pembuat roti untuk membantumu dan cedoklah dari kualimu, tapi jangan engkau turunkannya. Ternyata kaum muslimin yang datang adalah sebanyak seribu orang. Aku bersumpah demi Allah, mereka semua dapat memakannya sehingga kenyang dan pulang semuanya. Sementara itu kuali kami masih mendidih seperti sediakala. Demikian juga dengan adonan roti masih tetap seperti asalnya. Sebagaimana kata Ad-Dahhak: Masih tetap seperti asalnya.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orangDiriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya

Kami dengan sejumlah seratus tiga puluh orang sedang bersama Nabi s.a.w. Nabi s.a.w bertanya: Adakah salah seorang di antara kamu mempunyai makanan? Didapati ada seorang yang mempunyai kira-kira satu gantang gandum atau seumpamanya, lalu diadunkannya. Kemudian datang seorang lelaki tinggi dan kusut rambutnya membawa kambing-kambing untuk dijual. Nabi s.a.w bertanya: Adakah ianya untuk dijual atau dihadiahkan? Lelaki itu menjawab: Tidak! Bahkan ianya untuk dijual! Maka dibeli daripadanya seekor kambing. Setelah disembelih, Rasulullah s.a.w memerintahkan supaya diambil hatinya untuk dipanggang. Dia (Abdul Rahman bin Abu Bakar) berkata: Demi Allah! Setiap seratus tiga puluh orang itu, kesemuanya mendapat sepotong hati kambing daripada Rasulullah s.a.w. Jika orang itu ada bersama, maka Rasulullah s.a.w memberikannya. Jika sebaliknya, Rasulullah s.a.w menyimpan untuknya. Makanan itu dibagikan kepada dua talam. Kami makan dari kedua talam itu sehingga kenyang. Lebihan yang terdapat pada kedua talam tersebut dibawa ke atas unta atau mungkin juga riwayatnya begitu.
(Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman)

Roti sedikit cukup untuk orang banyak

Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

Abu Talhah telah berkata kepada Ummu Sulaim: Aku mendengar suara Rasulullah s.a.w begitu lemah. Tahulah aku baginda dalam keadaan lapar. Apakah engkau mempunyai sesuatu? Ummu Sulaim menjawab: Ya! Kemudiannya dia menghasilkan beberapa buku roti dari gandum dan setelah itu, mengambil kain tudungnya dan membungkus roti itu dengan separuh kain tudung, lalu disisipkan di bawah bajuku, sedangkan yang separuh lagi diselendangkan kepadaku. Selepas itu pula dia menyuruhku pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. Akupun berangkat membawa roti yang dibungkus kain tudung itu. Aku mendapatkan Rasulullah s.a.w yang sedang duduk di dalam masjid bersama orang-ramai dan berada di sisi mereka. Rasulullah s.a.w bertanya: Abu Talhah yang mengutusmu? Aku menjawab: Ya, benar! Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Untuk makanan? Aku menjawab: Ya! Rasulullah s.a.w bersabda kepada orang-ramai yang bersama baginda: Bangunlah kamu sekalian! Rasulullah s.a.w lalu berangkat diiringi para sahabat dan aku berjalan di antara mereka untuk segera memberitahu Abu Talhah. Maka Abu Talhah berkata: Wahai Ummu Sulaim! Rasulullah s.a.w telah datang bersama orang yang ramai, padahal kita tidak mempunyai makanan yang mencukupi untuk mereka. Dia menjawab: Allah dan RasulNya lebih tahu. Lalu Abu Talhah menjemput Rasulullah s.a.w dan Rasulullah s.a.w pun masuk bersamanya. Rasulullah s.a.w bersabda: Bawakan ke sini apa yang ada di sisimu wahai Ummu Sulaim! Ummu Sulaim terus membawa roti tersebut kepada baginda kemudian memerah bekas lemaknya untuk dijadikan lauk dimakan dengan roti.


Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipatDiriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya

Mereka yang disebut Ashaab As-Suffah adalah orang-orang miskin. Rasulullah s.a.w pernah bersabda suatu ketika: Siapa mempunyai makanan untuk dua orang, dia hendaklah mengajak orang yang ketiga dan sesiapa mempunyai makanan untuk empat orang, dia hendaklah mengajak orang kelima, keenam atau seperti diriwayatkan dalam Hadis lain. Abu Bakar r.a datang dengan tiga orang. Nabi pula pergi dengan sepuluh orang dan Abu Bakar dengan tiga orang yaitu aku, ibu dan bapaku. Tetapi aku tidak pasti adakah dia berkata: Isteriku dan khadamku berada di antara rumah kami dan rumah Abu Bakar. Abdul Rahman berkata lagi: Abu Bakar makan malam bersama Nabi s.a.w dan terus berada di sana sehinggalah waktu Isyak. Selesai sembahyang, dia kembali ke tempat Nabi s.a.w lagi, sehinggalah Rasulullah s.a.w kelihatan mengantuk. Sesudah lewat malam, barulah dia pulang. Isterinya menyusulinya dengan pertanyaan: Apa yang menghalang dirimu untuk pulang menemui tetamumu? Abu Bakar berkata: Bukankah engkau telah menjamu mereka makan malam? Isterinya menjawab: Mereka tidak mau makan sebelum engkau pulang, padahal anak-anak sudah mempersilakan tetapi mereka tetap enggan. Akupun berundur untuk bersembunyi. Lalu terdengar Abu Bakar memanggil: Hai dungu! Diikuti dengan sumpah-serapah. Kemudian dia berkata kepada para tetamunya: Silakan makan! Barangkali makanan ini sudah tidak enak lagi. Kemudian dia bersumpah: Demi Allah, aku tidak akan makan makanan ini selamanya! Abdul Rahman meneruskan ceritanya: Demi Allah, kami tidak mengambil satupun kecuali sisanya bertambah lebih banyak lagi, sehinggalah apabila kami sudah merasa kenyang, makanan itu menjadi bertambah banyak daripada yang sedia ada. Abu Bakar memandangnya ternyata makanan itu tetap seperti sedia atau bahkan lebih banyak lagi.

Dia berkata kepada isterinya: Wahai saudara perempuanku! Bani Firas apakah ini? Isterinya menjawab: Tidak! Demi cahaya mataku, sekarang ini makanan tersebut bertambah tiga kali ganda lebih banyak daripada sediakala. Lalu Abu Bakar makan dan berkata: Sumpahku tadi adalah dari syaitan. Dia makan satu suap, kemudian membawa makanan tersebut kepada Rasulullah s.a.w dan membiarkannya di sana hingga pagi hari. Pada waktu itu di antara kami (kaum muslimin) dengan suatu kaum akan dilangsungkan satu perjanjian. Apabila tiba waktunya, kamipun menjadikan dua belas orang sebagai ketua saksi, masing-masing mengepalai beberapa orang. Hanya Allah yang tahu berapa orangkah sebenarnya yang diutuskan bersama mereka. Cuma yang pastinya Rasulullah s.a.w memerintah agar dipanggilkan mereka kesemuanya. Lalu kesemuanya makan dari makanan yang dibawa oleh Abu Bakar atau sebagaimana yang diriwayatkan dalam riwayat yang lain.
(Sahih Bukhari, Muslim, Kitab Minuman).


7. Ingatan Abu Hurairah

Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah saw bahwa dia terlalu pelupa. Lalu Rasulullah saw membentangkan kainnya diatas tanah, lalu memegang-megang kainnya dengan tangan beliau. Abu Hurairah disuruh Rasulullah memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah tidak pernah lupa-lupa lagi. Dan beliau terkenal paling banyak menghafal hadis.
(Sahih Bukhari muslim).


8.  Bulan Terbelah


"Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah bulan." (Quran, 54:1)"

Berita tentang terbelahnya bulan pada jaman Nabi saw banyak diriwayatkan oleh para Shahabat, sehingga hadis tentang terbelahnya bulan adalah hadis Muthawatir.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: "Pada masa hidup Nabi saw, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi saw bersabda: "Saksikanlah!"
(Sahih Bukhari, juz 4 no 830)"

Diriwayatkan oleh Anas: "Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah saw untuk menunjukkan mukjizat, maka Nabi menunjukkan bulan yang terbelah."
(Sahih Bukhari, juz 4 no 831)"

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: "Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi saw." (Sahih Bukhari, juz 4 no 832)"

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: "Orang-orang Mekah meminta Nabi saw untuk menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung h***' itu dapat mereka lihat diantara dua belahannya."
(Sahih Bukhari, juz 5 no 208)"

Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Diwaktu kami bersama-sama Rasulullah saw di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung dibelakang gunung, maka sabda Rasulullah saw: "Saksikanlah!" Saksikanlah!"
(Sahih Bukhari, juz 5 no 209)"

Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas: "Pada masa hidup Nabi saw bulan terbelah menjadi dua." (Sahih Bukhari, juz 5 no 210)"

Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Bulan terbelah menjadi dua." (Sahih Bukhari, juz 5 no 211)"

dan dari mukjizat-mukjizat diatas  yang sering dibahas adalah tentang mukjizat no 8

setidaknya link-link dibawah ini bisa bermanfaat

http://kajian-serbaserbi.blogspot.com/2006/08/penelitian-nasa-bulan-pernah-terbelah.html
http://www.skyimagelab.com/ap11lunril.html
http://www.astrosurf.com/lunascan/AS10-31-4645.htm
http://us.st11.yimg.com/us.st.yimg.com/I/skyimage_1914_6753706
http://www-pao.ksc.nasa.gov/kscpao/history/apollo/apollo-10/apollo-10.htm

Apollo 10
Lunar Rille

AS10-31-4645 - What could cause a long indentation on the Moon? First discovered over 200 years ago with a small telescope, rilles (rhymes with pills) appear all over the Moon.

Three types of rilles are now recognized: sinuous rilles, which have many meandering curves, arcuate rilles which form sweeping arcs, and straight rilles, like Ariadaeus Rille pictured above. Long rilles such as Ariadaeus Rille extend for hundreds of kilometers. Sinuous rilles are now thought to be remnants of ancient lava flows, but the origins of arcuate and linear rilles are still a topic of research. The above linear rille was photographed by the Apollo 10 crew in 1969 during their historic approach to only 14-kilometers above the lunar surface. Two months later, Apollo 11, incorporating much knowledge gained from Apollo 10, landed on the Moon.


dengan penjelasan-penjelasan diatas maka adakah orang yang masih tidak percaya begitu banyaknya Mukjizat yang diberikan Allah kepada Muhamad saw, kecuali orang-orang yang membutakan mata mereka dan menutup pendengan mereka sendiri?

dari beberapa kali membahas persoalan ini dengan para misionaris, ada kebiasaan yang sama dari kalangan mereka,yaitu :

1. mencari-cari alasan untuk menolak argumentasi / bukti yang berasal dari hadist
2. minta bukti ilmiah tentang mukjizat tersebut

jawabannya

untuk alasan no 1, adalah alasan bantahan yang bersikap 'mendua', dibanyak kesempatan para misionaris sering menghujat Islam dengan argumentasi-argumentasi yang berasal dari hadist tetapi pada kasus ini mereka cari-cari alasan menolak argumentasi yang berasal dari Hadist

selain itu perlu kita tantang mereka untuk perbandingan ,tentang informasi sebuah mukjizat.

memperbandingkan konsep informasi yang mereka dapat tentang keyakinan mereka dengan konsep informasi didalam Hadist.

bukti-bukti yang diajukan Muslim ,adalah bukti-bukti yang jelas.

1. siapa saksi mata dan sumber informasi kejadian tersebut sangat jelas siapa dia
2. siapa yang mengumpulkan / membukukan kejadian-kejadian sangat jelas.

sebagai contoh ,adalah tentang Mukjizat membelah Bulan

mukjizat bulan terbelah menjadi dua, saksi mata dan sumber informasi awal adalah

1. Ibnu Abbas
2. Anas Bin malik
3. Abdullah


yang membukukan hadist / kejadian tersebut adalah :

Imam Bukhari ,lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju'fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo'a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.


Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya "Islam in the Sivyet Union" (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.

sekarang kita tantang mereka untuk menyebut nama saksi mata dan sumber informasi pertama tentang Yesus menghidupkan orang mati.

dan siapa sesungguhnya para pengarang Injil kanonik tersebut

menjawab tentang tuntutan no :2

kalau mereka menuntut bukti ilmiah apakah mereka bisa juga memberi bukti ilmiah tentang mukjizat yang mereka percaya benar-benar terjadi.

selain itu untuk kasus bulan terbelah dua setidaknya Muslim ,mampu memberi bukti-bukti ilmiah

dan setidaknya artikel dari http://tech.groups.yahoo.com/group/rukyatulhilal/message/187

bisa membantu

Ringkasnya, ketika penduduk Makkah meminta agar Nabi SAW membelah Bulan, maka Nabi SAW dan penduduk Makkah naik ke Jabal Qubais (gunung batu di timur Makkah).

Kemudian Nabi SAW mengacungkan telunjuknya ke Bulan, dan terbelah- lah sang Bulan. Separuh belahan Bulan bergerak ke kiri sementara separuhnya lagi bergerak ke kanan, lalu bergerak lagi dan menyatu di tempat semula. Ini membuat penduduk Makkah demikian takjub meski sebagian dari mereka tetap saja dalam kekafirannya. Fenomena ini teramati juga oleh sejumlah karavan dagang yang sedang dalam perjalanan ke Makkah, pun teramati di Malabar (India barat daya) oleh raja Chakrawati Farmas dan disebutnya sebagai "kabar dari langit" tentang tanda2 kenabian yang telah turun di Arab. Kini di lereng barat Jabal Qubais telah didirikan sebuah mesjid kecil untuk mengenang
peristiwa ini. Namun bagaimana 'nasib' mesjid kecil ini pasca perluasan istana Kerajaan Saudi di Makkah yang juga berlokasi di Jabal Qubais, saya belum tahu.

(Catatan : Jabal Qubais menurut cerita orang Arab adalah gunung tertua di Bumi. Ini bukan sekedar dongeng. Tanah Arabia bagian barat tempat kota Makkah berdiri adalah bagian dari Arabian Nubian Shield yang
usianya sangat tua, dimana batuan metamorfik ofiolit-nya terbentuk 870 juta tahun silam. Sementara mayoritas pegunungan di Bumi - kecuali Appalachia - umurnya kurang dari 300 juta tahun, yang terbentuk kala lempeng2 tektonik mulai eksis bersamaan dengan pembelahan superkontinen Pangea. Meski 50 km di utara Jabal Qubais terdapat "ujung" zona kelurusan Makkah-Madinah-Nufud yang menjadi tempat berdirinya
vulkan rekahan Harrah Rahat nan gigantik dengan endapan lava alkali basaltiknya dan lahir 10 juta tahun silam, namun aliran lavanya tidaklah menjangkau wilayah Jeddah-Makkah-Thaif. Ini ditunjukkan oleh batuan dasar Makkah yang berupa batuan beku diorit, dan kemungkinan Jabal Qubais pun tersusun oleh diorit)

# Estimasi Waktu dan Daya Pisah Mata

Mari mengestimasi dulu waktu terjadinya shaqq al-Qamar ini. Saat itu Nabi SAW belum berhijrah, maka shaqq al-Qamar terjadi beberapa waktu (bulan/tahun ?) sebelum Oktober 621 CE. Saat shaqq al-Qamar terjadi Nabi SAW dan penduduk Makkah berdiri di lereng Jabal Qubais yang menghadap ke Ka'bah, yakni lereng barat, maka kemungkinan besar pandangan pun terarah ke langit barat sehingga azimuth Bulan saat itu berada dalam rentang 180 - 360 derajat. Shaqq al-Qamar terjadi di waktu malam, sebelum mayoritas penduduk Makkah tertidur namun selepas shalat Isya'. Awal Isya' di Makkah dalam setahun Julian berkisar antara pukul 19.00 - 20.30 Local Time. Maka dapat saja kita asumsikan shaqq al-Qamar terjadi jam 21.00 Local Time.

Shaqq al-Qamar juga disaksikan di Malabar, yang beda waktu-nya 2,5 jam dibanding Makkah (Makkah = GMT + 3, Malabar = GMT + 5,5) maka di Malabar pada jam 23.30 Local Time tentunya Bulan pun belum terbenam. Karena Raja Chakrawati beranggapan shaqq al-Qamar adalah
kabar dari langit tentang kenabian yang telah turun di Arab, mari asumsi- kan "tradisi" astronomi zaman itu (mngambil analogi 'bintang' Betlehem yang menuntun orang2 Majusi ke tanah Palestina) masih berlaku,
sehingga Bulan berada di arah Arabia jika dilihat dari Malabar, alias azimuth Bulan sejajar dengan busur Malabar-Makkah. Maka, mengguna- kan titik acuan kota Bhuj (23deg 17min LU 69deg 40min BT) di wilayah
Malabar/pantai barat India, bisa diestimasikan azimuth Bulan saat itu di sekitar 270 derajat, atau persis di arah barat setempat.

Menggunakan segala asumsi tadi, pemodelan2 sangat kasar lewat Moon Calc v6.0 untuk Bhuj menunjukkan waktu terjadinya shaqq al-Qamar dapat dikerucutkan di sekitar bulan Mei-Juni (tahunnya tidak diketahui, yang jelas pada range 609 - 621 CE), mengingat hanya pada saat2 itu Matahari (demikian juga Bulan) memiliki azimuth disekitar 270 derajat. Untuk penanggalan qamariyah-nya, waktu mengerucut pada tanggal 5 - 8
ketika Bulan berada di kuartir pertamanya dengan fase setengah lingkaran, karena hanya pada rentang tanggal itu Bulan masih berada di langit barat serta masih cukup tinggi untuk Makkah dan seluruh Semenanjung Arabia (sekitar 30 - 40 derajat), namun sudah rendah
untuk Bhuj (sekitar 10 - 15 derajat). Sekali lagi, ini hanya rekonstruksi teramat kasar.

Kemampuan alat optik untuk melihat dua buah benda berjarak sangat jauh tetap terpisah bergantung pada Kriteria Rayleigh yang memiliki bentuk matematis berikut :

alfa = (1,22 x lambda)/d

Dengan alfa = dayapisah alat optik (radian), lambda = panjang gelombang cahaya yang digunakan (meter) dan d = diameter lensa/ cermin utama alat optik (meter).

Untuk mata (d = 5 mm, sensitif pada lambda = 6.000 Angstrom), alfa = 0,15 miliradian (0,5 menit busur). Sultan (Sultan, 2003) menyebut daya pisah ini berlaku di atmosfer dalam kondisi pencahayaan yang baik.

Untuk amannya, lipatduakan saja nilai itu menjadi 0,3 miliradian (1 menit busur). Dengan jarak surface-to-surface Bumi-Bulan bervariasi dari 348.300 km (perigee) hingga 398.600 km (apogee), maka alfa = 0,3 miliradian berkorelasi dengan benda sebesar 104 km (saat perigee) - 120 km (saat apogee) di permukaan Bulan. Artinya, hanya benda2 bergaris tengah melebihi 120 km saja yang bisa terlihat oleh mata manusia (maka
cerita tentang Tembok Besar China nampak jelas dari Bulan dengan mata telanjang itu hanya mitos). Sebagai pembanding, instrumen WFPC-2 (Wide Field Planetary Camera-2) di Hubble Space Telescope yang supersensitif
pada cahaya Ultraviolet dekat 'hanya' bisa melihat benda sebesar 60 meter di permukaan Bulan.

Dengan memperhitungkan batas daya pisah mata manusia ini maka ada beberapa fenomena yang jika dilihat dari Bumi mengesankan shaqq al-Qamar :

# Bulan Memang Benar2 Terbelah dan Ada Jejak Patahannya

Jika Bulan - yang saat itu kemungkinan berfase setengah lingkaran - benar-benar terbelah, bidang pembelahan itu kemungkinan besar sejajar dengan ekuator maupun bujur nol-nya. Belahan utara dan selatan Bulan (atau Barat dan Timur, jika bidang pembelahannya sejajar bujur nol) akan terpisah sejenak hingga berjarak minimal 120 km, untuk kemudian menyatu kembali. Jika ini terjadi, tentu bidang pemisahan itu masih ada jejak2nya yakni sebagai patahan panjang yang membentang sejajar ekuator Bulan maupun bujur nol.

Jika suatu blok batuan mendadak terpatahkan (apalagi terpisah) untuk kemudian merekat kembali, dibutuhkan 'lem' teramat kuat agar patahan itu tidak bergeser lagi. Secara geologis 'lem' itu adalah magma yang
terekstrusi keluar lewat erupsi rekahan, tentunya dengan volume sangat gigantik untuk kemudian membeku dan mengikat kedua sisi yang ter- patahkan tadi. Dan karena batuan setempat mengalami kontak dengan magma Bulan, tentu terjadi proses metamorfosa kontak yang meng- hasilkan batuan metamorf kontak nan khas.

Sejauh ini - merujuk NASA - vulkanisme Bulan terakhir kali terjadi jutaan tahun silam dan tak ada yang berumur Holosen (kurang dari 10.000 tahun), apalagi Resen (kurang dari 1.000 tahun). Citra2 permukaan Bulan juga tidak menunjukkan jejak patahan sangat panjang yang sejajar ekuator. Demikian pula, citra2 Bulan pun tidak menunjukkan adanya sisa2 erupsi rekahan memanjang yang sejajar ekuator maupun bujur nol. Magma Bulan bersifat basaltik - mirip magma dari mantel Bumi - sehingga bila muncul ke permukaan tentunya menghasilkan endapan2 kegelapan yang mudah diidentifikasi.

Misi Apollo 11, 12 dan 14 memang mendarat di dekat ekuator Bulan, namun di lokasi2 pendaratannya tidak dijumpai endapan lava basaltik "segar" produk erupsi masa Resen. Para astronot Apollo memang menjumpai batuan basalt Bulan, breksi Bulan dan metamorf. Namun
basalt dan breksi Bulan ini sudah cukup tua - produk vulkanisme berjuta tahun silam - sementara batuan metamorf-nya pun cukup tua juga dan malah menunjukkan ciri-ciri metamorfosis tekanan seperti yang umum
dijumpai di kawah-kawah produk tumbukan benda langit.

Sementara rille atau straight rimae - yang disebut-sebut sebagai jejak terbelahnya Bulan - itu tidaklah terkonsentrasi di area sejajar ekuator Bulan maupun bujur nol Bulan, namun tersebar secara random.

Memang terdapat rille sejajar garis bujur nol, yakni satu rille cukup panjang di Mare Nubium (belahan selatan) dan kompleks rille Ariadaeus yang lebih pendek (belahan utara). Namun keduanya terlokalisir di
sekitar equator saja, tidak memanjang hingga kutub-kutub Bulan. Maka sulit untuk mengatakan dua rille ini sebagai jejak patahan kala Bulan terbelah.

Lagipula, seandainya patahan ini ada, tentu wahana antariksa semacam Clementine sudah bisa mendeteksinya sejak diluncurkan 1994 silam, karena bekas2 aktivitas geologi Resen di Bulan senantiasa menghasilkan pola fotometris (pada rasio UV/cahaya tampak maupun citra OMAT/ Optical Maturity) yang lebih "biru".

Bisa saja memang jejak2 patahan di Bulan tersembunyi di balik debu tebal hasil pelapukan batuan Bulan, meski hal ini sulit dibayangkan karena aktivitas pelapukan di Bulan sepenuhnya dikontrol angin Matahari dan radiasi kosmik dengan kecepatan pelapukan jauh lebih lambat dibanding pelapukan di Bumi. Untuk mengetahui keberadaan patahan yang terkubur itu musti diketahui penampang melintang batuan Bulan hingga kedalaman beberapa km, yang bisa dibuat menggunakan bantuan gelombang gempa Bulan. Secara teknis hal ini memungkinkan, karena meski Bulan tidak memiliki lempeng tektonik dan vulkanisme-nya sudah mati, Bulan
tergolong aktif secara seismik. Sedikitnya terdapat tempat tipe gempa Bulan, yakni gempa dalam (hiposentrum > 700 km) akibat gaya tidal, gempa tumbukan meteorit, gempa termal oleh pemuaian kerak Bulan saat terpanasi cahaya (Matahari setelah dua minggu tergelapkan dan terdinginkan) serta gempa2 dangkal (hiposentrum 20 - 30 km) yang sumbernya belum jelas. Gempa2 ini saya kira bisa dimanfaatkan untuk tomographic imaging pada bagian dalam Bulan, termasuk untuk mencari patahan itu.

1 comment:

  1. sebenarnya jwbny mudah banget kang...!!!
    siapa yg paling hebat?
    1. Musa membelah laut?
    2. Isa menghidupkan orang mati?
    3. Muhammad SAW membelah bulan?

    jawabanny:
    ga ada yg hebat, kenapa? karena semua itu terjadi karena izin/kehendak Allah SWT, jadi jawaban yang benar yang hebat Allah SWT .... SIMPLE KAN...!!!

    ReplyDelete

Hatur nuhun ka sadayana nu tos comment..