keistimewaan Islam

Oleh : Muhammad Al-Fatih


Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya. (QS Al ‘Alaq [96]:1-5)

            Manusia dilahirkan ke dunia ini dengan tidak membawa apa, ia lahir dalam keadaan yang sangat lemah, yang sangat sulit beginya untuk bertahan hidup tanpa bantuan dari orang lain. Setiap manusia yang terlahir dengan keadaan kosong, yang dimaksud kosong disini bahwa ia tidaklah dibekali pengetahuan tentang kebenaran-kebenaran, itulah sebabnya, seiring bertambah dewasanya manusia tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang mendesak baginya untuk dijawab bertambah banyak dan semakin kompleks.
            Pada saat itu, manusia cenderung bimbang untuk menentukan langkahnya, bimbang dalam menjalani langkahnya dan terlebih dari semua itu, ia bimbang mengapa ia melangkah. Pada saat-saat seperti ini, mau tidak mau, atau sadar tidak sadar, manusia mulai mencari sesuatu untuk dijadikan arah dan pegangan hidupnya. Ada yang menyebut pegangan hidup itu adalah prinsip, ada yang menyebutnya ideologi, dan ada juga yang menyebutnya agama. Yang terakhir ini selalu kita dengar dan paling banyak dalam dijadikan arah dan pegangan hidup, dan inilah yang akan kita bahas
Wahai kaum muslimin (dan siapa saja yang membaca tulisan ini), pernahkah anda bertanya, kenapa harus Islam yang kita pilih? Apakah iman kita terhadap Islam benar-benar dari pikiran dan hati kita? Ataukah hanya karena keturunan saja? Apakah kita ikhlas kepada Islam? Apakah akidah kita adalah Akidah Islamiyah?? Apakah iman kita selama ini hanya setengah-setengah? Lebih lanjut lagi, kenapa kita tidak memilih agama lain yang tampaknya lebih baik dari Islam? Lebih mudah pelaksanaanya? lebih gampang masuk surganya? Tentu saja semua itu harus kita jawab, supaya tidak ada lagi keraguan kepada iman kita, karena iman itu harus bersifat tashdiqul jazm (pembenaran yang pasti) atau iman itu harus 100% tidak boleh kurang 0,0000000000000000000001% pun!

Pertama, Islam adalah diin (agama) yang paling sempurna, yaitu penyempurna dari semua agama-agama yang pernah diturunkan Allah SWT kepada ummat-Nya, ini ditegaskan dalam firman-Nya :

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu.
(QS Al Ma’idah [5]:3)

            Ayat ini menegaskan kalau Islam adalah agama penutup bagi seluruh dunia, dengan Muhammad sebagai rasul yang terakhir dan Al Qur’an sebagai kitab penutup setelah Nabi Musa AS dengan Tauratnya, Nabi Daud Dengan Zaburnya dan Nabi Isa AS dengan Injilnya.  Lalu ada pertanyaan, Kenapa agama harus disempurnakan? Bukankah agam sebelumnya juga diturunkan oleh Allah kepada ummatnya melalui perantaraan nabi-nabinya?” Ya! Betul, semua kitab dan ajaran yang dibawa masing-masing nabi adalah dari Allah, tetapi, ingatlah, ketika para pengikut nabi Musa AS telah menyimpangkan sebagian besar dari taurat yang diterima mereka, maka Allah mengutus Nabi Isa AS untuk membenarkanya, begitu pun juga Nabi Muhammad SAW, beliau juga diutus sebagai penyempurna agama nasrani, dan semua agama lain yang banyak penyimpangan-penyimpanganya, selain itu Islam diturunkan kepada seluruh ummat manusia. Penyimpangan-penyimpangan ini, antara lain doktrin trinitas dan penambahan Alkitab, diterangkan oleh Allah dalam ayat :

Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakanya, “Ini dari Allah,” karena mereka hendak memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka itu, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.
 (QS Al Baqarah [2]: 79)

Katakanlah “Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya”.  (QS Al Ikhlash [112]:1-4)

Kedua, hanya Islam-lah agama sekaligus suatu sistem yang lengkap, yang tidak hanya mengatur soal ibadah (ruhiyah) saja, tetapi juga mengatur tentang politik (siyasah), politik menurut islam adalah mengurusi urusan ummat, yang meliputi pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hukum, pergaulan dan lain-lainya. Hanya Islam yang mempunyai peratuan yang begitu terinci! Yang imbasnya adalah tegaknya Daulah Islamiyah selama kurang lebih 1300 tahun, dimulai sejak tahun 624, yaitu tegaknya Daulah Islamiyah di Madinah sampai runtuhnya yaitu tahun 1924 di Turki karena persekongkolan musuh-musuh Islam. Ideologi mana yang mampu mempertahankan idenya selama itu? Kalau bukan dari Allah?
Ketiga, hanya Islamlah yang memiliki kitab yang terjamin yaitu Al Qur’an, yang selalu disertai dengan bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab yang sudah di re-re-re-re-visi ( revisinya banyak! Diragukan keaslianya! ) Untuk menjamin keslianya ini Allah menantang dengan orang yang meragukannya dengan  firman-Nya :

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan terhadap apa yang kami turunkan (Al Qur’an) kepada hamba Kami (Muhammad), maka datangkanlah suatu surat (saja) yang semisalnya; dan ajaklah pembantu-pembantu kamu selain dari allah, jika kamu memang orang-orang yang benar(QS Al Baqarah [2]:23)

Keempat, Apakah ada yang lebih masuk akal selain Islam? Dalam proses pengimanannya, Islam selalu menyertakan pemikiran, bukan doktrin (contoh doktrin: trinitas) karena pemikiran itu sendiri adalah karunia Allah yang paling besar, yang membuat manusia menjadi makhlik paling mulia di muka bumi ini. Pentingnya akal ini difirmankan Allah :

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
(QS Ali Imran [3]: 190)

Dan masih banyak yang lain selain ayat-ayat tersebut, jadi buat apa kita mencari sesuatu yang lebih tak sempurna dari Islam? Apalagi jika kita belum mengetahui apa itu Islam. Lantas kita tergoda dengan ajaran lain yang mengatakan surga itu “mudah” didapatkan. Allah telah memperingatkan :

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana apa yang (diderita) orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan, dan mereka digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman kepadanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah [2]:214)

Barangsiapa yang mencari agama selain daripada agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan diakhirat dia termasuk orang-orang yang rugi (QS Ali Imran [3]: 85)

Sesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam kekafiranya, maka tidaklah akan diterima dari sesorang mereka emas sepenuh bumi walaupun untuk menebus dirinya, Bagi mereka Azab yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.
(QS Ali Imran [3]: 91)                                                            

Na’udzubillah!, semoga kita dikaruniai kelembutan hati oleh Allah SWT agar kita tidak dibutakan sebagaimana orang-orang kafir, dan jika apabila ada dari kita yang berkeinginan berpaling karena kita tak mengenal Islam,  memintalah kepada Allah agar kita masih dapat kembali dan bertaubat kepada-Nya

Mereka kekal di dalamnya, tiada diringankan azab dari mereka, dan tiada (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang taubat sesudah itu dan mengadakan perbaikan, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran [3]: 88-89)

Tetapi semua itu tidak akan ada sebelum ada usaha dari manusia itu sendiri, dan ingatlah Islam tak pernah memaksa! Allah berfirman  :

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. (QS Ar Ra’d [13]: 11)

Tidak ada paksaan dalam agama (Islam) (karena) sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. (QS Al Baqarah [2]: 256)

            Pada akhir kata, saya hanya ingin tersenyum dan berkata, Alhamdullilah, kita termasuk orang yang diberi hidayah (petunjuk) oleh Allah, semoga kita tetap istiqomah, Allahuakbar!

No comments:

Post a Comment

Hatur nuhun ka sadayana nu tos comment..